BPOM amankan 102 tabung Baby Whip berisi gas N2O. Simak bahaya penyalahgunaan laughing gas yang bisa sebabkan gangguan saraf hingga kematian.
Distribusi ilegal produk Baby Whip berhasil diamankan oleh BPOM bersama Bareskrim Polri. Melansir laman BPOM, aksi penggerebekan tersebut berlangsung pada Kamis, 4 April 2026. Sebanyak 51 tabung 2,2 liter, 42 tabung 640 gram, dan 9 tabung valve ditemukan, serta 26 tabung kosong berbagai ukuran juga diamankan.
Baby Whip merupakan produk yang mengandung gas N2O. Secara legal, produk ini berfungsi di bidang medis dan pangan. Namun, banyak yang menyalahgunakannya.
Fenomena penyalahgunaan gas N2O sedang menjadi tren gaya hidup di kalangan anak muda. Namun, menyebutnya sebagai “tren” terasa tidak tepat, sebab ini tidak seharusnya menjadi gaya hidup, apalagi yang populer, karena dampaknya sangat berbahaya terhadap kesehatan. Hal ini justru bisa menjadi pengingat dan imbauan terutama untuk Mommies dan Daddies sebagai orang tua agar lebih awas dengan kehidupan anak remajanya.
BACA JUGA: Label Nutri-Level: Cara Memilih Makanan dan Minuman yang Lebih Sehat
Apa Itu Baby Whip?
Foto: detikFoto
Baby Whip merupakan merek sebuah tabung gas yang mengandung dinitrogen monoksida (N2O) dan dikemas dengan warna biru muda. Gas N2O (dikenal juga sebagai laughing gas atau gas tawa) yang terkandung di dalamnya secara legal digunakan untuk bidang medis sebagai anestesia ringan dan industri pangan sebagai propelan krim kocok. Produk ini bukan untuk bayi terlepas dari namanya yang seperti demikian.
Kenapa Diminati Anak Muda: Gas N2O untuk “Euforia Instan”
Fenomena penyalahgunaan gas N2O tampak lebih banyak disorot setelah menjadi dugaan penyebab kematian influencer muda pada awal tahun ini. Meskipun secara legal sudah jelas fungsinya, gas N2O banyak disalahgunakan untuk hiburan karena memberikan efek “euforia instan” terhadap penghirupnya. Mengutip laman BPOM, gas N2O masuk ke dalam otak dengan cepat dan memengaruhi sistem saraf pusat dengan mengurangi rasa sakit dan menimbulkan efek tenang, ringan, dan euforia. Hal ini bisa berbahaya.
Bahaya Penyalahgunaan Gas N2O dalam Baby Whip
Produk Baby Whip yang mengandung gas N2O berbahaya jika tidak digunakan sesuai fungsi. Berikut penjelasannya:
1. Otak
Sensasi “nge-fly” atau melayang yang dirasakan sebenarnya sinyal dari otak yang sedang sekarat karena kekurangan oksigen (hipoksia). Selain itu, pengguna juga bisa mengalami disorientasi, mudah lupa, hilang kesadaran, depresi, halusinasi, paranoia, dan inaktivasi vitamin B12.
2. Mulut, Hidung, Tenggorokan, dan Bibir
Mulut, hidung, tenggorokan, dan bibir yang menjadi pintu utama masuknya gas N2O juga bisa mengalami rangkaian dampak buruk, seperti saluran pernapasan yang lumpuh, tenggorokan membeku, dan sesak napas.
3. Paru-Paru
Pada paru-paru, gas N2O menyebabkan kesulitan bernapas dan bisa memicu sesak napas yang berat.
4. Hati
Pada hati atau jantung, penyalahgunaan gas N2O bisa mengakibatkan detak jantung yang lambat atau abnormal, serangan jantung, hingga kematian mendadak.
5. Kehilangan Vitamin B12
Gas N2O merupakan salah satu zat kuat yang bisa menghancurkan vitamin B12 dalam tubuh. Vitamin B12 penting untuk merawat lapisan pelindung saraf tubuh. Jika vitamin B12 “hilang” akibat zat N2O, dampak gejalanya mulai dari kesemutan, mati rasa, hingga kelumpuhan.
Contoh Kasus yang Pernah Terjadi
Seperti yang sudah disebutkan, fenomena penyalahgunaan gas N2O berkaitan dengan kematian influencer muda bernama Lulu Lahfah pada 23 Januari 2026. Penemuan gas tabung N2O merek Whip Pink di apartemennya diduga menjadi penyebab kematian perempuan berusia 26 tahun itu. Whip Pink dan Baby Whip merupakan produk serupa yang sama-sama mengandung gas N2O.
Imbauan untuk Remaja dan Dewasa
Baik bagi anak remaja dan orang dewasa, gas N2O bukanlah zat yang aman untuk digunakan di luar konteks yang diperuntukkan. Dampaknya berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Hal-hal yang instan tidak sepadan jika ditukar dengan nyawa.
Selain itu, peran lingkungan juga sangat krusial dalam mencegah penyalahgunaan. Sebagai orang tua, Mommies dan Daddies jangan lelah mengedukasi anak mengenai bahaya zat adiktif dan perilaku berisiko yang bisa membahayakan keselamatan diri. Membangun komunikasi terbuka tanpa stigma juga bisa menjadi cara untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Upaya pencegahan yang konsisten akan membantu remaja membuat keputusan yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
BACA JUGA: 20 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung, Enak dan Gampang Diolah
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: Freepik
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.